Kamis, 03 Juni 2010

Sel Gabus Pada Tumbuhan

Gabus juga tergolong jaringan permanen sederhana. Jaringan ini membentuk pepagan luar batang dan akar tumbuhan berkayu, dan merupakan jaringan pelindung yang menjaga terhadap kerusakan mekanik pepagan dalam dan kambium, dan terhadap penguapan yang berlebihan dari jaringan hidup yang ada disebelah dalamnya. Protoplasma sel gabus mati sangat awal setelah sel-sel itu dibentuk oleh kambium gabus; dengan demikian sel gabus yang dewasa mati. Sebelum protoplasma mati, protoplasma mensekresikan zat kedap air, yaitu suberin, ke dinding sel, suberin memberikan sifat kedap air pada sel-sel gabus.

Epidermis

a. Ciri-ciri Umum
Epidermis merupakan lapisan terluar dari daun, bagian bunga, buah dan biji, serta dari batang dan akar sebelum menjalani penebalan sekunder. Epidermis termasuk jaringan permanen yang biasanya mempunyai tebal satu sel dan yang membentuk lapisan permanen daun, bagian-bagian bunga, dan bagian-bagian batang dan akar yang lebih muda. Sel epidermis membentuk lapisan penutup di permukaan tubuh tumbuhan pada stadium primer. Sifat lainnya berkaitan dengan posisinya di permukaan tubuh tumbuhan. Sebagian besar selnya beragam bentuknya, namun seringkali berbentuk lempengan. Selain itu , terdapat sel penutup stomata, berbagai rambut, sel sekresi, dan sel sklerenkim.
Dinding luar sel-sel epidermis sering agak tebal dan sering tertutup oleh lapisan kutin, suatu substansi air yang disekresikan oleh protoplasma sel epidermis. Sel epidermis selain sel penutup biasanya tak berwarna. Kadang-kadang pigmen kebiruan, merah atau ungu terdapat dalam air sel pada sel-sel epidermis sehingga menimbulkan warna seperti itu pada daun tempatnya berada, seperti misalnya daun beraneka warna pada Coleus. Sel penutup mengandung kloroplas karena itu sel-sel ini berwarna hijau.

b. Fungsi
Epidermis berfungsi sebagai pelindung mekanis dan berperan dalam membatasi transpirasi pertukaran udara.

Jaringan Meristematik

Jaringan meristem atau jaringan muda merupakan jaringan yang terdiri dari sekelompok sel tumbuhan yang aktif membelah. Jaringan meristematik terletak di dekat ujung akar dan dalam kuncup di ujung batang, diantara pepagan (bark) dan kayu pohon, di dalam pepagan pohon, dan dimana saja dalam tubuh tumbuhan, di tempat secara extensif terjadi. Jaringan meristematik ini yang ada di ujung akar dan batang disebut titik tumbuh, atau meristem terminal, jaringan ini menyebabkan pertumbuhan memanjang batang dan akar.
Jaringan meristematik diantara kayu dan pepagan (bark) disebut kambium, yang menyebabkan pertambahan pada diameter batang. Jaringan meristimatik yang ada di pepagan disebut kambium gabus. Jaringan ini menghasilkan pepagan luar pada pohon dan semak. Jaringan meristematik ini tersusun dari sel-sel yang tumbuh aktif yang membentuk sel-sel baru melalui pembelahan sel.
Sel-sel meristematik kecil, berdinding tipis, memiliki nukleus yang relatif besar, vakuola berukuran kecil dan kaya akan sitoplasma dan biasanya berbentuk kubus atau mendekati bentuk kubus, namun demikian sel-sel kambium sangat memanjang, dan mungkin berdinding tebal. Sel-sel ini tertata rapat dan biasanya tanpa ruang antar sel. Sel-sel baru yang dihasilkannya dengan melalui proses pembesaran dan diferensiasi secara morfologis akan mengalami transformasi menjadi jaringan permanen (dewasa).
Berdasarkan asal pembentukannya, jaringan meristem dapat dikelompokkkan menjadi tiga macam, yaitu promeristem, meristem primer, dan meristem sekunder. Promeristem adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam tingkat embrio. Meristem primer adalah jaringan meristem yang ditemukan pada tumbuhan dewasa dan masih membelah diri. Umumnya jaringan ini ditemukan pada ujung batang dan ujung akar yang mengakibatkan tumbuhan bertambah tinggi. Meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari jaringan meristem primer. Contoh meristem sekunder adalah cambium.
Menurut letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi meristem apical, interkalar, dan lateral. Meristem apical atau meristem ujung merupakan meristem yang selalu terdapat di ujung akar dan batang tumbuhan. Meristem interkalar atau meristem antara merupakan meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dewasa. Contoh bagian tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Meristem lateral atau meristem samping merupakan meristem yang merupakan meristem yang menghasilkan pertumbuhan sekunder.
Jaringan permanen, disebut demikian karena biasanya jaringan itu tidak berdiferensiasi menjadi jaringan lainnya, sebagaimana terjadi pada jaringan meristematik, melainkan dalam banyak hal mempertahankan ciri struktural dan fisiologisnya sepanjang organ tempatnya hidup. Jaringan permanen sederhana adalah jaringan permanen yang sel-sel penyusunnnya sama secara struktural.

Jenis Sel dan Tumbuhan

Sel tumbuhan memperlihatkan variasinya yang sangat besar dalam hal ukuran dan strukturnya, perbedaan-perbedaan itu merefleksikan fungsi yang beragam dari sel-sel tersebut dalam fisiologi tumbuhan yang bersangkutan. Sekelompok sel yang secara esensial melakukan fungsi yang sama dan umumnya mempunyai struktur yang sama disebut jaringan. Suatu organ misal daun atau akar tersusun dari jaringan; biasanya dalam suatu organ berbagai jaringan itu melakukan fungsi-fungsi yang saling berhubungan.
Jaringan diklasifikasikan menurut dasar yang berbeda, dapat berdasar asal usul, struktur atau fisiologi. Salah satu klasifikasi yang lazim, berdasar aspek morfologis dan fisiologis adalah sebagai berikut : (Susetyodi setjo, 2004)
I. Jaringan meristematik (muda)
II. Jaringan permanen (dewasa)
A. Jaringan permanen sederhana sebagian besar terdiri atas satu macam sel
1. Epidermis
2. Parenkim
3. Sklerenkim
4. Kolenkim
5. Gabus
B. Jaringan permanen majemuk (kompleks) terdiri atas beberapa macam sel
1. Xilem
2. Floem
Jaringan majemuk atau kompleks adalah jaringan yang tersusun dari beberapa macam sel dan hal ini bertolak belakang dengan jariongan yang sederhana yang tersusun dari satu tipe sel saja. Dalam jaringan majemuk berbagai macam sel biasanya melakukan aktivitas dalam satu kelompok yang berkaitan erat. Jaringan majemuk tumbuhan terdiri atas xilem dan floem keduanya berfungsi sebagai jaringan pengangkut dan penguat. Xilem mengangkut air dan unsur hara ke atas melalui batang sedangkan floem terutama mengangkut makanan hasil fotosintesis yang dibuat di daun ke arah bagian-bagian yang lebih rendah pada batang dan akar.

Pertumbuhan Batang

Jaringan pembuluh memanjang di sepanjang sebuah batang dalam beberapa untaian yang disebut berkas pembuluh yang membentuksuatu silinder pembuluh di tengah akar. Pada zona transisi dimana batang menyatu dengan akar, berkas pembuluh batang akan menyatu dengan akar, berkas pembuluh batang mengumpul sebagai silinder pembuluh akar.
Masing-masing berkas pembuluh batang dikelilingi oleh jaringan dasar. Pada bagian besar dikotil, berkas pembuluh tersusun dalam lingkaran, dengan empulur (pith) di sebelah dalam lingkaran dan korteks yang terletak di sebelah luar lingkaran. Empulur atau korteks merupakan jaringan dasar, empulur dan korteks dihubungkan oleh suatu berkas tipis jaringan dasar diantara berkas pembuluh.
Kambium pembuluh adalah suatu silinder yang tersusun dari sel-sel meristemastik yang membentuk jaringan pembuluh sekunder. Akumulasi jaringan pembuluh sekunder ini selama bertahun-tahun, bertanggung jawab atas sebagian besar pertambahan diameter tumbuhan berkayu. Kambium pembuluh menghasilkan xilem sekunder ke arah dalam dan floem sekunder kearah luar. Sejalan dengan waktu diameter pohon bertambah besar seiring denagn meningkatnya diameter silinder kambium pembuluh yang membentuk lapisan jaringan sekunder dan dengan diameter yang lebih besar dibandingkan diameter sebelumnya.
Setelah tumbuhan mencapai ukuran dewasa, terbentuklah bunga. Setelah polinasi, yakni berpindahnya serbuk sari ke putik, terjadi pembuahan. Buah dibentuk dan menghasilkan biji sehingga daur hidup tumbuhan selesai. Ada tumbuhan yang segaera mati setelah membentuk biji, disebut tumbuhan setahun atau anual. Ada pula yang tetap tumbuh bertahun-tahun disebut tanaman menahun atau parenial, seperti perdu dan pohon.

Daun

Organ daun tersusun atas jaringan epidermis, parenkim dan berkas pengangkut.
a. Epidermis
Epidermis ini merupakan lapisan pertahanan pertama yang melawan kerusakan fisik dan organisme patogenik. Kutikula lilin pada epidermismerupakan penghalang terhadap kehilangan air, sebagian mengalami modifikasi menjadi sel penutup pada stomata yang berfungsi untuk pertukaran gas dan uap air, tidak mengandung kloroplas, kecuali pada sel penutup
b. Parenkim
- Terdapat 2 macam parenkim, yaitu parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (bunga karang) yang keduanya membentuk daging daun (mesofil).
Jaringan palisade berbentuk tiang, tersusun rapat dan biasanya terdapat pada bagian atas daun. Daun yang memiliki dua lapis jaringan palisade pada kedua permukaan disebut daun isobilateral.
Jaringan bunga karang tersusun atas sel-sel yang tidak teratur dan terdapat rongga udara antar sel. Rongga tersebut berfungsi untuk pertukaran gas, banyak mengandung klorofil dan merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis


c. Berkas pengangkut
- Terdiri atas xylem dan phloem
- Terdapat pada tulang-tulang daun yang merupakan lanjutan dari ranting atau batang
- Berkas pengangkut akan berakhir pada celah kecil pada ujung atau tepi daun disebut hidatoda.

Embrio Pada Tumbuhan

Perkembangan Embrio
Biji yang mengandung tumbuhan dalam keadaan embrio (lembaga atau sama artinya dengan tumbuhan yang seakan akan baru dilahirkan yang merupakan hasil perkawinan antara salah satu inti generatif dari serbuk sari dan inti primer dari saccus embrionalis) diselubungi oleh kulit buji dan dibekali dengan sumber makanan cadangan. Embrio dikelilingi oleh kotiledon dan endosperma yang merupakan persediaan makanan,endosperma berkembang dari pembelahan mitosis nukleus endosperma yang dihasilkan dari peleburan salah satu gamet jantan dengan kedua nucleus polar atau dengan nukleus sekunder. Embrio dan persediaan makanannya terbungkus oleh radikula yang merupakan bakal akar. Bagian sumbu embrionik diatas kotiledon adalah epikotil. Pada ujungnya terdapat plumula yang merupakan bakal pucuk atau daun. Dan pada bagian batang dibawah keping biji disebut hipokotil yang terdapat batang akar atau radikula. Baik plumula atau radikula terdapat meristem apeks di ujungnya. Selain itu terdapat Kotiledon yang akan menyerap zat-zat makanan dari endosperma dan memindahkannya ke embrio ketika biji mulai berkecambah.
Pembelahan sel didalam embrio diiringi dengan pertumbuhan serta vakuolasi yaitu dibentuknya vakuola yang membesar dari sel-sel yang terjadi, memulai organisasi dari sIstem jaringan. bakal epidermis ditunjukan oleh lapisan permukaanyang bersifat meistimatik yakni protoderm. Dibawah protoderm meristem dasar dari bakal korteks sudah dapat dibedakan dengan adanya vakuolasi sel yang melebihi vakuolasi sel jaringan disebelahnya. Jaringan ditengah yang kurang tervakuolasi dan memanjang sepanjang sumbu hipokotil -akar merupakan meristem bakal jaringan pembuluh. Jaringan ini disebut prokambium. Prokambium merupakan system yang berkesinambungan dan terkoordinasi antara kotiledon dan sumbu hipokotil – akar