Senin, 24 Mei 2010

Sejarah Hipnotis

Kurang lebih 3000 tahun yang lalu, kisah tentang hipnotis sudah ada. Beberapa rohaniawan di berbagai negara melakukan pengobatan dengan membuat pasien tidur (rileks). Dan dalam kondisi rileks itu diucapkan kata-kata untuk menanamkan sugesti (daya saran) bagi kesembuhannya.
Pada tahun 1842 dr. James Braid, ahli syaraf keturunan Skotlandia memperkenalkan istilah Hipnotis yang diambil dari nama Dewa Yunani, Hypnos (Dewa tidur). Dia yang pertama kali menyatakan, hipnotis adalah suatu fenomena psikis dan bukan fenomena fisik.
Selain Braid, yang berjasa mengembangkan hipnotis adalah dr. Liebeault (1823-1904) dan Bernheim. Mereka mengatakan bahwa subyek dapat tidur dengan hanya diberikan sugesti saja. Mereka melakukan terapi dengan hipnotis sesuai keilmuan psikologi dan berkontribusi besar dalam psikiatri. Liebault sering disebut sebagai “Bapak Hipnotis”.
Pada pertengahan tahun 1940, seorang psikiater bernama Milton Erickson (1901-1980) mengatakan, dalam proses hipnotis yang menentukan keberhasilannya adalah subyek atau klien, ketika dia dapat memahami dan mengikuti apa yang dikatakan terapisnya.
Dia menyatakan, hipnotis adalah proses wajar dan tidak akan berproses jika bertentangan dengan keinginan klien. Atas jasanya, pada tahun 1958 hipnotis diterima oleh Asosiasi Medis Amerika dan Asosiasi Psikiatri Amerika sebagai alat terapi.
Selain Erickson, yang berjasa mengembangkan hipnotis ilmiah adalah Dave Elman (1900 – 1967) yang menemukan teknik induksi cepat yang berguna untuk dokter dan dokter gigi.
Hipnotis juga menjadi dasar dari ilmu NLP (Neuro Language Program) yang dikembangkan John Grinder dan Richard Blander. Mereka juga belajar teknik hipnotis dari Milton Erickson. Saat ini NLP sangat populer digunakan untuk pengembangan diri, motivasi dan pemberdayaan diri.

http://hipnotis.atspace.com/

Penyakit Skizofrenia

Skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).
Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia.
75% Penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri.
Pengenalan dan intervensi dini berupa obat dan psikososial sangat penting karena semakin lama ia tidak diobati, kemungkinan kambuh semakin sering dan resistensi terhadap upaya terapi semakin kuat. Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater dan psikolog.
Gejala
Indikator premorbid (pra-sakit) pre-skizofrenia antara lain ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh. Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah, kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial). Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan, mempertahankan, atau memindahkan atensi. Gangguan perilaku: menjadi pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati rasa senang, menantang tanpa alasan jelas, mengganggu dan tak disiplin.
Gejala-gejala skizofrenia pada umumnya bisa dibagi menjadi dua kelas:
1. Gejala-gejala_Positif
Termasuk halusinasi, delusi, gangguan pemikiran (kognitif). Gejala-gejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain.

2. Gejala-gejala_Negatif
Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku, kurangnya dorongan untuk beraktivitas, tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia).
Meski bayi dan anak-anak kecil dapat menderita skizofrenia atau penyakit psikotik yang lainnya, keberadaan skizofrenia pada grup ini sangat sulit dibedakan dengan gangguan kejiwaan seperti autisme, sindrom Asperger atau ADHD atau gangguan perilaku dan gangguan stres post-traumatik. Oleh sebab itu diagnosa penyakit psikotik atau skizofrenia pada anak-anak kecil harus dilakukan dengan sangat berhati-hati oleh psikiater atau psikolog yang bersangkutan.
Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia, yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan, menganggap semua orang sebagai musuh. Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin, kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil, afek sempit, percaya hal-hal aneh, pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya, persepsi pancaindra yang tidak biasa, pikiran obsesif tak terkendali, pikiran yang samar-samar, penuh kiasan, sangat rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren.
Tidak semua orang yang memiliki indikator premorbid pasti berkembang menjadi skizofrenia. Banyak faktor lain yang berperan untuk munculnya gejala skizofrenia, misalnya stresor lingkungan dan faktor genetik. Sebaliknya, mereka yang normal bisa saja menderita skizofrenia jika stresor psikososial terlalu berat sehingga tak mampu mengatasi. Beberapa jenis obat-obatan terlarang seperti ganja, halusinogen atau amfetamin (ekstasi) juga dapat menimbulkan gejala-gejala psikosis.
Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati, namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik, terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. Perawatan terpenting dalam menyembuhkan penderita skizofrenia adalah perawatan obat-obatan antipsikotik yang dikombinasikan dengan perawatan terapi psikologis.
Kesabaran dan perhatian yang tepat sangat diperlukan oleh penderita skizofrenia. Keluarga perlu mendukung serta memotivasi penderita untuk sembuh. Kisah John Nash, doktor ilmu matematika dan pemenang hadiah Nobel 1994 yang mengilhami film A Beautiful Mind, membuktikan bahwa penderita skizofrenia bisa sembuh dan tetap berprestasi.
http://id.wikipedia.org/wiki/Skizofrenia

Pengaruh Musik Bagi Bayi Dalam Kandungan Anda

Banyak pakar ahli yang memberikan pendapat yang kontroversi atau bertentangan tentang pengaruh musik bagi bayi dalam kandungan.

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa janin / bayi dalam kandungan dapat bereaksi terhadap bunyi atau suara yang didengarnya dengan bergerak.

Tapi ahli lain berpendapat bahwa tidak ada seorangpun yang tahu pasti apa arti dari pergerakan bayi tersebut sewaktu mendengarkan musik; apakah bayi senang atau justru merasa terganggu, karena para ahlipun tidak dapat meneliti bayi yang belum dilahirkan semudah setelah bayi dilahirkan.

Dan pakar ahli lainnya menyatakan bahwa tidak ada bukti penelitian langsung bahwa musik dapat membuat bayi lebih pandai dan kreatif.

Dan masih banyak pendapat yang saling kontroversi tentang pengaruh musik bagi bayi dalam kandungan ini.

Ada suatu penelitian yang menemukan bahwa musik membantu pertumbuhan yang lebih baik pada bayi premature , dimana lagu-lagu yang tenang dimainkan pada bayi premature ini selama 40 menit setiap hari, dan dalam hari ke 4 pemeriksaan bayi premature yang diperdengarkan musik meningkat berat badannya, detak jantung menjadi lebih kuat dibanding yang tidak mendengarkan musik.

Setelah menilai dari banyak pertentangan pendapat dari beberapa ahli tentang pengaruh musik dan bayi dalam kandungan, apakah musik memberi kesenangan atau menganggu janin dalam kandungan, maka keputusan tetap ada pada anda sendiri apakah memperdengarkan musik untuk bayi anda atau tidak.

Dan pada kenyataanya kita semua mengetahui bahwa musik dapat memberikan rasa tenang dan rileks pada sesorang begitu juga, musik dapat menolong ibu hamil untuk lebih rileks, tenang dan secara tidak langsung akan memberikan pengaruh positif bagi bayi dalam kandungannya.

Salah satu jenis musik yang dianjurkan untuk didengarkan adalah musik klasik seperti Mozart, karena musik ini dapat memberikan ketenangan dan ada pendapat menyatakan musik klasik akan meningkatkan aktivitas gelombang otak yang dapat membantu membangun jaringan-jaringan sipnasis otak dengan lebih baik .

Dengarkanlah musik secara rutin sehingga tidak memberikan stimulus berlebihan terhadap bayi anda, juga dengan suara yang tidak terlalu keras karena akan menyakitkan dan mengejutkan bayi anda. Jangan kuatir karena cairan ketuban anda adalah konduktor atau penghantar suara yang baik.

Yang perlu anda ketahui ketika anda memutuskan untuk
memperdengarkan musik pada bayi dalam kandungan anda, adalah karena anda menikmatinya dan memberi ketenangan, rileks buat anda, BUKAN karena anda mencoba membuat bayi dalam kandungan anda lebih pandai dan kreatif.

Dr. Suririnah- www.infoibu.com

Jangan Abaikan Batuk

Penyebab Batuk
Batuk sebenarnya merupakan bentuk reaksi tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Benda asing yang dimaksud bisa berupa debu, lendir, atau benda asing lainnya. Ini sebenarnya merupakan reaksi normal dan berfungsi untuk melindungi diri kita.
Batuk merupakan pengusiran udara secara kasar untuk membersihkan paru-paru dari zat yang berbahaya ketika saluran pernapasan mulai terganggu. Batuk dapat pula menjadi upaya yang disengaja untuk membersihkan tenggorokan. Namun, yang perlu diingat, batuk dapat menyebarkan kuman yang menyebabkan penyakit.
Batuk ringan yang umum menimpa kita adalah batuk karena masuk angin atau batuk gejala influenza yang biasanya terjadinya saat perubahan musim. Batuk seperti ini biasanya tidak lama, setelah cukup beristirahat atau minum obat bebas di pasaran, gejalanya akan mereda dan hilang.
Penyakit Penyebab Batuk
Tetapi, bila batuk tidak sembuh-sembuh dalam jangka waktu yang lama, mungkin penyebab batuk tersebut merupakan penyakit yang perlu diwaspadai. Seperti bersin, batuk juga bisa menyebarkan penyakit. Berikut ini beberapa penyakit yang sering dicirikan oleh batuk.
• TBC (Tuberkolosis / TB)
Penyakit ini menyerang paru-paru dan menular. Merupakan penyakit yang mematikan bila tidak segera diobati atau tidak rutin mengobatinya. Penderitanya akan mengalami batuk yang cukup sering baik pada waktu siang maupun malam. Ciri lain adalah tubuh penderita yang semakin kurus. TB tidak hanya menyerang orang dewasa, karena banyak ditemukan anak-anak yang terjangkit penyakit ini.
• Asma
Asma merupakan penyakit karena adanya penyempitan pada saluran pernapasan. Pemicunya bisa bermacam-macam dan berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Beberapa pemicu asma adalah debu, udara dingin, dan asap. Kenali pemicunya agar sebisa mungkin bisa dicegah serangan asma pada penderita. Gejala yang biasa timbul adalah batuk atau sesak nafas akan meningkat pada malam hari. Penyakit ini merupakan penyakit kambuhan, maka untuk penderita asma sebaiknya selalu disiapkan pelega pernafasan mirip inhaler yang dapat dihisap setiap saat.
• Pneumonia
Bagian yang diserang pada penyakit ini adalah paru-paru. Biasa dikenal dengan istilah paru-paru basah, karena bila terserang penyakit ini, paru-paru menjadi radang dan terinfeksi dan mengakibatkan pada paru-paru terdapat air atau lendir. Selain batuk-batuk, gejala lainnya adalah demam tinggi dan menggigil. Segera konsultasikan ke dokter atau rumah sakit agar segera ditangani.
• Pertusis
Pertusis dikenal juga sebagai batuk rejan. Batuk ini disebabkan bakteri jahat yang menyebabkan infeksi paru-paru. Ciri pada batuk terus menerus selama beberapa kali dan diakhiri dengan nafas terengah-engah. Batuk ini berbahaya bila menimpa anak kecil atau bayi, karena batuk yang terus menerus dan panjang dapat menyebabkan mereka kekurangan oksigen. Batuk yang dikenal juga dengan batuk rejan atau batuk 100 hari ini menular ketika percikan cairan hidung atau mulut orang yang terinfeksi penyakit ini mengenai orang lain yang selanjutnya dapat terinfeksi pula.
• Bronkitis
Penyakit ini disebabkan karena adanya infeksi virus pada saluran udara kecil paru-paru. Bila terkena penyakit ini, penderita akan batuk disertai suara seperti bersiul saat bernafas.
Jangan sepelekan bila batuk dialami terus-menerus. Segera konsultasikan ke dokter atau rumah sakit untuk mengetahui lebih jelas penyebab batuk tersebut. Membiarkan terlalu lama tanpa mendapat pengobatan yang tepat akan memperparah keadaan penderita. Selain itu, kebanyakan penyakit yang menyebabkan batuk bersifat menular sehingga dapat membuat anggota keluarga atau orang-orang yang ada di dekatnya terkena penyakit juga.

Dikutip dari : http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/286-penyebab-batuk.html

KEINGINAN UNTUK BERWIRAUSAHA

Kehidupan manusia tidak terlepas dari musik. Terkadang kita merasa bosan menjalani aktifitas sehari-hari tanpa musik. Bahkan ada sebagian orang menganggap musik adalah nafas hidupnya. Begitupun saya,setiap harinya saya selalu menyempatkan diri untuk mendengarkan musik, baik di saat sebelum melakukan aktifitas maupun di sela-sela kesibukan. Karena itu, saya sangat ingin sekali suatu saat bisa mempunyai sebuah toko musik, yang didalamnya terdapat berbagai jenis alat musik dari berbagai macam merk sesuai dengan selera dan keinginan masyarakat luas.
Untuk mewujudkan keinginan tersebut, tentu harus diperlukan berbagai persiapan. Persiapan yang paling utama dan paling mendasar adalah materi atau modal. Membuat sebuah toko musik tentunya diperlukan modal yang tidak sedikit. Untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis ini diperlukan perencanaan yang sangat matang. Terlebih lagi persaingan di dunia bisnis ini juga sangat kompetitif, karena sudah banyak toko alat musik yang tersebar di Indonesia, khususnya di Jakarta. Strategi yang akan saya terapkan untuk membuat para pelanggan puas dengan toko alat musik saya adalah :
1. Menjunjung tinggi mutu dan kualitas, serta originalitas dari alat musik itu sendiri, dengan cara memesan langsung dari pabrik meskipun harus mengimpor langsung dari luar negeri.
2. Memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan, terutama dalam hal berbicara.
3. Memberikan garansi kepada setiap barang yang telah dibeli.
4. Memberikan potongan harga khusus kepada pelanggan setia, dan pembelian barang dalam jumlah banyak.

Hal-hal tersebut diatas adalah perencanaan yang mendasar untuk membuat pelanggan merasa puas dan percaya kepada toko alat musik saya. Untuk menambah kepercayaan kepada para pelanggan dengan toko alat musik ini, saya akan bekerja sama dengan beberapa grup band yang terkenal untuk membantu mempromosikan toko alat musik saya. Dengan semua strategi tersebut, saya yakin akan dapat bersaing dengan toko-toko alat musik lainnya yang telah lebih dulu menggeluti dunia bisnis ini.

Tuhan Itu Ada (Sebuah Renungan)

Obrolan fiktif ini terjadi disebuah kios potong rambut, antara pelanggan dan si tukang potong rambut. Dimulai dari celoteh tukang potong rambut sambil memotong rambut pelanggannya.

Tukang Potong Rambut (TPR): "Kalau melihat sering terjadinya bencana di negeri ini, kenapa ya semakin menipiskan keyakinan saya terhadap adanya Tuhan"...

Pelanggan (P): "Lah kok bisa pak?"....

TPR: "Katanya Tuhan itu Maha Pengasih, Maha Penyayang. Kenapa semakin hari, makin banyak orang dibikin sengsara karena bencana. Ribuan orang mati tertimbun reruntuhan akibat gempa, kehilangan rumah, kehilangan sanak saudara. Dimana Tuhan yang konon Maha Pengasih Penyayang itu??? Maka saya berkesimpulan Tuhan itu tidak ada!!"

P: "Kok gitu sih pak?"

TPR:"Pokoknya begitu...."

Si pelanggan kemudian lebih memilih diam, daripada mengajak debat, adu argumen yg akan menjadi debat kusir, karena TPR kelihatan menyampaikan dalilnya itu dengan agak emosi.

Setelah selesai potong rambut dan membayar, tetap dengan diam dan sambil berfikir, si pelanggan berjalan keluar dari kios potong rambut.

Sejenak kemudian dia berpapasan dengan pria gelandangan yang berambut gondrong tak terawat. Entah apa yg ada dibenaknya, kemudian dia berbalik dan berjalan tergopoh kembali ke kios potong rambut tadi.

Setelah sampai di kios;
TPR: "Ada apa kamu kembali lagi?"

P: "Begini pak, sejak saat ini saya tidak yakin, tidak percaya lagi kalau ada tukang cukur di dunia ini..."

TPR: "Haaa, apa kamu sdh gila? Ini aku, tukang cukur yang barusan memotong rambutmu...ini...bekas potongan rambutmu saja belum aku bersihkan..."

P: "Pokoknya saya tidak percaya lagi ada tukang potong rambut, tadi saya ketemu dg pria gelandangan yg rambutnya gondrong tak terurus.....maka saya berkesimpulan tukang potong rambut itu tdk ada"

TPR: "Ya salah dia sendiri (si gelandangan). Kenapa dia tdk mau mendatangi saya. Minta dipotong rambutnya. Jangan kamu bilang tukang potong rambut itu tdk ada"

P: "Ya sama saja pak. Bpk jgn bilang Tuhan itu tdk ada. Kalau ada org yg kena bencana, bukan berarti Tuhan itu tdk ada....tapi, sudahkah manusia datang kepada Tuhan...apakah manusia selalu ingat dan butuh Tuhannya? sebagaimana org yg butuh potong rambut datang ke tukang potong rambut?? Org yg butuh potong rambut, dengan sukarela datang ke TPR karena butuh. Bahkan rela membayar. Maka si TPR pun akan memberikan pelayanan, akan memotong rambut sesuai model yg dimintanya.

Bukankah seperti itu hubungan manusia dg Tuhannya? Tuhan hanya akan melayani secara lebih kpd manusia yang mendatangi dan membutuhkanNya.....pertolongan, keselamatan, akan diberikan olehNya bagi manusia yg selalu ingat dan manjalankan ajaran-ajaranNya".

Setelah puas berkata-kata, si pelanggan meninggalkan TPR yg termenung diam.

(Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua, ditengah himpitan kondisi kehidupan seperti apapun, jangan pernah menjadikan kita lupa/ tdk yakin lagi akan keberadaan Tuhan....semoga bermanfaat)


*Dikutip dari Bapak El Weha, Group Facebook “INDONESIA MUST BE STRONG”

Terendah, Kebiasaan Membaca Anak Indonesia

Berdasarkan laporan Bank Dunia dan Studi International Association for Evaluation of Education Achievement (IEA) di Asia Timur tahun 2000, kebiasaan membaca anak Indonesia berada pada peringkat terendah, dengan skor 5,17. Posisi Indonesia berada di bawah Filipina (52,6), Thailand (65,1), Singapura (74), dan Hong Kong (75,5).

Kondisi ini salah satunya disebabkan oleh mahalnya harga buku di pasaran. Padahal, seperti yang dikatakan oleh orang bijak, buku adalah jendela dunia. Dari buku, kita dapat mengunjungi berbagai tempat di dunia hanya dengan membaca berbagai cerita yang ditulis di dalam buku.

Mungkin bukan hanya anak-anak saja, coba tengok diri kita?
Kala sedang antri di bank, diruang-ruang tunggu bandara, stasiun atau apapun, coba sempatkan tengok, seberapa banyak org yg memanfaatkan waktu dg membaca, termasuk diri kita?

Ingat, salah satu ciri negara maju adalah berhasil membangun budaya gemar membaca pada rakyatnya.

Itulah salah satu cara mencerdaskan kehidupan bangsa: yakni dg memupuk kebiasaan/ cinta membaca. Bukankah perintah Tuhan yg diturunkan kepada para rasul (termasuk kita sbg umat) adalah: "BACALAH!"

Jadi, gemar membaca adalah ajaran Ilahi. mari kita budayakan, mulai dari diri kita.

Semoga Bermanfaat!!!


*Dikutip dari Bapak El Weha, Group Facebook “INDONESIA MUST BE STRONG”