Senin, 24 Mei 2010

RODA KEHIDUPAN

Suatu hari seorang Murid bertanya kepada Gurunya, “Guru, saya pernah mendengar kisah seorang arif yang pergi jauh dengan berjalan kaki. Cuma yang aneh, setiap ada jalan yang menurun, sang arif konon agak murung. Tetapi kalau jalan sedang mendaki ia tersenyum. Hikmah apakah yang bisa saya petik dari kisah ini?”

“Itu perlambang manusia yang telah matang dalam meresapi asam garam kehidupan”, jelas sang Guru. “Itu perlu kita jadikan cermin. Ketika bernasib baik, sesekali perlu kita sadari bahwa suatu ketika kita akan mengalami nasib buruk yang tidak kita harapkan. Dengan demikian kita tidak terlalu bergembira sampai lupa bersyukur kepada Sang Maha Pencipta. Ketika nasib sedang buruk, kita memandang masa depan dengan tersenyum optimis. Optimis saja tidak cukup, kita harus mengimbangi optimisme itu dengan kerja keras.”

“Apa alasan saya untuk optimis, sedang saya sadar nasib saya sedang jatuh dan berada di bawah,” sang Murid kembali bertanya.

“Alasannya adalah IMAN, karena kita yakin akan pertolongan Sang Maha Pencipta”, terang sang Guru.

*Dikutip dari Bapak El Weha, Group Facebook “INDONESIA MUST BE STRONG”

Puisi 'NEGERI PARA BEDEBAH'

Semoga puisi ini bukan membangun kebencian terhadap negeri sendiri, semoga tdk butuh demonstrasi dan anarkhisme utk menyelesaikan persoalan di negeri ini. Semoga Tuhan segera mengetuk hati, org-org yg punya wewenang dan kuasa utk menyeselaikan masalah negeri ini. Bukankah mereka seharusnya menjadi 'wakil-wakil' Tuhan di muka bumi ini? Dan pasti akan diminta pertanggungjawaban atas amanah itu? Ingatlah!!!

Puisi Negeri Para Bedebah
Karya:Adhie Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan

*Dikutip dari Bapak El Weha, Group Facebook “INDONESIA MUST BE STRONG”

Pandangilah Saat Mereka Tidur

Pernahkah anda menatap wajah orang-orang yang anda sayang ketika mereka sedang tidur? Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang nampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun akan tampak polos dan jauh berbeda jika dia sedang tidur.
Orang yang paling kejam di dunia pun jika dia sudah tidur tak akan kelihatan wajah bengisnya.

Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur.
———————————————————

Sedarilah, betapa badan yang dulu kuat dan gagah itu kini semakin tua dan lemah, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar. Sekarang, beralihlah. …

Lihatlah ibu anda….
———————–

Hmm… kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai – belai tubuh bayi kita itu kini kasar kerana menempuhi kehidupan yang mencabar demi kita. Orang inilah yang tiap hari menguruskan keperluan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan menasehati kita semata- mata kerana rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.
Cobalah menatap wajah orang-orang yang kita cintai.. sayangi itu…

Ayah, Ibu, Suami, Isteri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Saudara, Semuanya…

Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang mengalir perlahan-lahan saat menatap wajah mereka yang terlelap itu. Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang-kadang tertutupi oleh salah faham kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.
Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu akan tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan serta memenatkan mereka namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun membantu untuk mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia berkata… “Betapa lelahnya.. penatnya aku hari ini”.
Dan penyebab lelah dan penat itu? Untuk siapa dia berpenat lelah tak lain adalah KITA…..
Suami yang bekerja keras mencari nafkah, isteri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah menemani hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan rasa terharu seketika menerpa jika mengingat itu semua.
Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok mereka “orang-orang terkasih itu” tak lagi membuka matanya, untuk selamanya …

SEMOGA BERMANFAAT!

*Dikutip dari: MUXIN (Corat Coret Cerita Kepala, Cerita Hati dan Cerita Kehidupan)

Manfaat Sehat Cuci Tangan

Masyarakat bangsa ini masih cukup jauh kesadaran akan hidup sehat dan menjaga lingkungan bersih. Tengoklah, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya belum menjadi budaya yg tumbuh subur dimasyarakat kita. Sungai-sungai masih menjadi tempat sampah "terpanjang" dan praktis utk tempat membuang kotoran. Orang-orang bermobil mewah, tetap saja membuang sampah dijalanan, cukup dg membuka kaca jendela elektrisnya...dan...wusshhh.....sampahpun terbuang. Yg penting tdk mengotori mobil mewahnya. Dan praktis.

Demikianlah sekelumit gambaran kehidupan kita. Masih banyak budaya-budaya positif yg perlu kita bangun dan kembangkan dlm kehidupan bermasyarakat ini. Salah satunya budaya hidup sehat. Marilah kita mulakan dari kebiasaan-kebiasaan yg tampaknya sepele. Namun sangat membawa manfaat. Seperti membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya (atau menyediakan tempat sampah di mobil pribadi), dan membiasakan cuci tangan dengan sabun.

Ternyata dg kebiasaan cuci tangan ini, ada banyak manfaat yg dpt kita peroleh. Inilah sedikit ulasannya:

Cuci tangan memang sangat sepele kedengarannya. Sebagai suatu pekerjaan yang harus dilakukan pun, cuci tangan bukan hal berat. Tapi manfaatnya? Luar biasa! Keuntungan yang paling sederhana dari kegiatan ini adalah membuat anak terbebas dari kuman.

Biang Keladi Penyakit
Seperti kita ketahui, tangan adalah bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan benda-benda di sekitar kita, yang belum tentu terjamin kebersihannya. Nah, dengan mudah pula, kuman menempel di tangan kemudian berpindah ke tempat lain. Entah karena kita kemudian memegang benda lain atau bahkan menyentuh bagian tubuh kita sendiri.
Anggota tubuh yang paling sering berhubungan langsung dengan tangan adalah mulut dan hidung. Alhasil, tangan yang kotor menjadi salah satu penghantar utama masuknya kuman/ mikroba penyebab penyakit ke dalam tubuh. Sementara mulut dan hidung merupakan pintu masuk kuman ke dalam tubuh. Celakanya, anak kecil amat suka memegang berbagai benda bahkan memasukkan tangan atau benda apa saja ke dalam mulut mungilnya.
Banyak penyakit yang ditularkan melalui tangan. Antara lain, influensa, meningitis, hepatitis A, diare, penyakit kulit, dan gangguan usus. Pada banyak kasus, anak yang menderita diare akut, bisa berujung pada kematian. Asal tahu saja, jika tangan manusia menyentuh tinja, maka akan terkontaminasi dengan lebih dari 10 juta virus dan satu juta bakteri yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.
Jadi, tak bisa ditawar lagi, cuci tangan secara benar dengan menggunakan sabun, amat besar manfaatnya demi menjaga kesehatan bahkan nyawa si kecil.

Sesering Mungkin
Kapan harus cuci tangan? Lakukan sesering mungkin! Terutama selama musim flu. Jika secara berkala mencuci tangan dengan benar, dapat mengurangi risiko terkena atau menyebarkan flu. Segera cuci tangan dengan sabun ketika:
- Sebelum dan sesudah menyiapkan makanan/ memasak. Ini dapat mengurangi risiko terkena atau menyebarkan bakteri yang menyebabkan makanan beracun. Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah mengolah masakan dari jenis unggas, telur mentah, daging, atau seafood.
- Sebelum dan sesudah makan.
- Usai buang air kecil/ besar. Juga sehabis mengganti popok si kecil.
- Sesudah bersin, batuk, membuang ingus.
- Sehabis memegang barang yang kotor.
- Usai menggunakan telepon, bersalaman.
- Setelah main/ memegang/ memberi makan binatang peliharaan.
- Sehabis bepergian, main di luar rumah, berkebun, dan kegiatan lainnya.
Sekali lagi, jangan pernah menganggap remeh manfaat dahsyat dari cuci tangan. Jangan pernah bosan pula mengingatkan anak untuk melakukannya, termasuk memberi contoh pada si kecil. Hanya dengan sekian detik mengorbankan waktu untuk cuci tangan, kita tak perlu buang-buang waktu (dan uang) karena harus terbaring di rumah sakit!

Ayo, mulakan dari diri kita dan keluarga kita!

Semoga bermanfaat!!!

*Dikutip dari Bapak El Weha, Group Facebook “INDONESIA MUST BE STRONG”

Kisah Keledai: Kehidupan Terus Saja Menuangkan Tanah.... (Renungan Jiwa)

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup – karena berbahaya) jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !


Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari ’sumur’ (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari ’sumur’ dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.


Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari ’sumur’ yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !

Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :


1. Bebaskan dirimu dari kebencian, ciptakan kedamaian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan dan buruk sangka
3. Hiduplah sederhana
4. Berilah lebih banyak
5. Berharaplah lebih sedikit
6. Tersenyumlah (senyum adalah sedekah yg paling mudah)
7. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum

"SENYUMLAH PADA DUNIA...MAKA DUNIA AKAN TERSENYUM PADAMU. JGN PERNAH MARAH PADA DUNIA, SEBAB DUNIA AKAN MELAKUKAN HAL YG SAMA PADAMU"

SEMOGA BERMANFAAT

*Dikutip dari Bapak El Weha, Group Facebook “INDONESIA MUST BE STRONG”

Kekurangan Diri

Kita semua mengetahui bahwa sesungguhnya manusia itu tidak sempurna, segalanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka, sebaiknya perbedaan yang ada janganlah jadi pertentangan diantara kita, bahkan justru sebaliknya, perbedaan itu diciptakan untuk saling melengkapi.

Dan janganlah kita terlalu mengasihani diri sendiri, jika kita memiliki suatu kekurangan, maka janganlah kita menganggap diri kita ini lemah, anggaplah kita ini hanya sedikit berbeda dari yang lainnya. Karena setiap orang juga pada dasarnya berbeda dan memiliki kelemahan atau kekurangan.

Fokuskanlah diri pada hal-hal yang mampu kita lakukan, bukan pada kekurangan kita. Fokuskan pada kelebihan kita dan bangunlah kekuatan untuk meraih kesuksesan. Janganlah terlalu merenungi diri, mengasihani, atau bahkan mengurung diri dari kenyataan hidup, karena hal itu tidak akan membantu sama sekali.

Bertindaklah dan jangan takut berbuat kesalahan, karena dengan bertindak berarti kita sudah mengatasi kelemahan diri kita dan membangkitkan potensi terbaik diri kita. Hal tersebut sangat berguna bagi kita untuk meraih hal-hal terbaik dalam hidup ini.

Bersyukurlah atas keadaan kita. Tuhan Maha Tahu atas diri kita, dan kita sebaliknya tidak dapat mengetahui apa yang direncanakan-Nya.

Semoga bermanfaat!!!

*Dikutip dari Bapak El Weha, Group Facebook “INDONESIA MUST BE STRONG”

JANGAN PERNAH BERFIKIR UNTUK KORUPSI !!!

Melanjutkan pesan dari seorang sahabat (Aris Arif M) :

Korupsi seperti tak ada habisnya, tak berujung tak berpangkal. www.infokorupsi.com menunjukan ke kita semua betapa bahayanya korupsi. Kunjungilah situs tsb untuk membangun kesadaran antikorupsi sehingga korupsi berhenti.

Semoga bermanfaat!!!

*Dikutip dari Bapak El Weha, Group Facebook “INDONESIA MUST BE STRONG”